Category Archives: Esai

Parmusi dan Nafas Panjang Yang Harus Dihela

aez6zw7xsq1473250546-001

Oleh: Chavchay Syaifullah, merupakan wartawan, sastrawan, dan budayawan. Kini ia bekerja sebagai wartawan media online, Ketua Dewan Kesenian Banten, dan Tenaga Ahli di DPR RI. Ia telah menulis lebih dari 16 buku tunggal. Tulisannya berupa esai ilmiah dan sastra tersebar di sejumlah media nasional dan internasional.

Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) tentu bisa menjadi organisasi kemasyarakatan yang gigantik, ikon umat Islam yang prestisius, serta memainkan peran strategis yang mampu mengonsolidasikan potensi kekuatan umat Islam di Indonesia, bila Parmusi secara berkelanjutan terus mengikhtiarkan pemahaman-pemahaman yang tepat tentang keIslaman dan keIndonesiaan. Dua mainstream values ini harus menjadi fundamen yang inevitable dalam pengembangan Parmusi baik di level ideologi hingga ke level program.

Penyair Jangan Miskin

iman sembada sket

Oleh: Iman Sembada. Selain menulis puisi dan cerpen, ia juga melukis. Aktif di Komunitas Sastra Indonesia (KSI).

Ada kalimat menarik yang saya baca melalui group WhatsApp “Ruang Sastra” yang digagas dan digawangi penyair Mustafa Ismail. Kalimat yang dikirim Muslih MIA, seorang anggota group WhatsApp “Ruang Sastra” tertulis begini: Beberapa waktu yang lalu, ada kawan yang berkomentar jika ingin menjadi penyair maka harus miskin, terbuang dari kehidupan dan menderita secara ekonomi. Saya tidak menyetujui, juga tidak membantah, bagaimana dengan pendapat kawan-kawan?

Apakah Bakal Ada Pelarangan (Lagi)?

iman-sembada-penulis-honor-tinggi-copy-okedeh-487x304

Oleh: Iman Sembada, penyair dan pelukis ini bergiat di Komunitas Sastra Indonesia (KSI). Tinggal di Depok.

Setiap orang berhak untuk bisa menikmati hiburan atau tontonan sesuai seleranya. Begitu juga orang-orang yang kreatif punya hak untuk mempublikasikan karyanya agar bisa dengan mudah dan kapan saja dapat dinikmati atau ditonton banyak orang, meskipun sebuah tontonan yang berada di luar arus utama. Karena hal ini akan berkemungkinan terwujud sebuah “ruang” memberi dan menerima dalam konteks pertunjukan seni.

Perahu Sederhana Sebelum Tenggelam di Dunia Maya

Iu6oDFhtX0

Siapa yang mampu membendung derasnya arus informasi pada era Cyberspace (dunia maya)? Bahkan jarak tak lagi menjadi halangan seseorang untuk mengetahui informasi tentang orang lain yang ingin diketahuinya. seakaan-akan dunia kini hanya sebesar layar Smartphone. Hampir seluruh hidup kita dapat diketahui melalui Smartphone yang terhubung pada jaringan internet. Dunia Real (nyata) ibarat sebuah daratan, dan Cyberspace adalah lautan di sekelilingnya, yang di dalam laut itu terdapat berbagai sumber daya untuk memenuhi kebutuhan semu manusia, serta bahaya yang dapat menenggelamkannya.

Catatan Workshop Seni Rupa 2016

12342447_1000623006642960_264632124461694224_n

Oleh: Arie Siswana, adalah perupa. Tinggal di Banten.

Menikmati suasana kebersamaan di antara teman-teman Perupa dalam “Workshop Seni Rupa 2016, Cilegon-Banten” pekan lalu, bagi saya merupakan kebahagiaan tersendiri. Apalagi kegiatan diskusi seperti ini masih begitu jarang dilakukan. Karena ini bukan sekedar temu fikir atau saling tukar pandang tentang visi dan misi berkesenian semata. Namun merupakan jalinan persahabatan yang nantinya diharapkan menjadi kelompok kesenian yang bekerjasama dalam meningkatkan gairah berkreativitas di kalangan masyarakat seni. Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Pariwisata dan Budaya bidang Kesenian Propinsi Banten ini, diselenggarakan selama dua hari, tanggal 21 s.d 22-Maret 2016. Dengan menghadirkan Dua orang narasumber.

Penulis Pasang Tarif Tinggi

IMG-20160322-WA0000

Oleh: Iman Sembada

Menulis bisa dilakukan siapa saja. Apalagi dalam situasi sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan. Profesi menjadi penulis bisa dijadikan alternatif untuk memperoleh penghasilan.

The Great Gatsby: Sebuah Cinta yang Dalam

great

Judul : The Great gatsby
Penulis : F. Scott Fitzgerald
Penerbit : Serambi
ISBN : 978-979-024-192-3
Resensor : Pilo Poly

Lahir dalam keluarga kelas menengah ke atas, F. Scoot Fitzgeral telah berhasil menjadikan tulisan-tulisannya terkenal di seluruh dunia. Dengan segala metafora yang berebutan ke hadapan pembaca, tak salah jika novel yang bertajuk The Great Gatsby menjadi salah satu bacaan standar dalam pelajaran literatur di Amerika.

Tolong Catat Perihku

12841213_1236458083035085_4461778704640457464_o

Oleh: Nanang R. Supriyatin

Ketenaran nama Wowok Hesti Prabowo sempat di bayang-bayangi penyair ini. Ia berasal dari Jawa Tengah, kemudian hijrah ke Tangerang. Menjadi buruh pada sebuah perusahaan furniture. Mendirikan Komunitas Budaya Buruh Tangerang (Bubutan), dan di daulat memimpinnya.

Kabut Perang, Novel Berlatar Konflik Aceh

Kabut Perang, Ayijuf

“Di daerah perang, kebenaran selalu tersembunyi di balik kabut. Para Kombatan meneriakkan kebenaran di ujung senapan masing-masing”

Pada medio Januari 2014, saat saya sedang sibuk berpindah tempat seperti kepompong bertransformasi menjadi kupu-kupu, saya menemukan sebuah novel yang seharusnya saya baca pada 2012 atau 2013. Buku karangan Ayi Jufridar berjudul Kabut Perang tersebut diterbitkan oleh sebuah penerbit mayor Universal Nikko dan menang dalam Ubud Writers and Readers Festival di Bali.

Bidadari Hitam, Novel Sejarah DOM di Aceh

bh

Oleh Pilo Poly (*

PADA 2007 lalu, terbit sebuah novel berjudul Bidadari Hitam. Novel yang ditulis secara jurnalistik ini mengisahkan masa-masa konflik di Aceh yang tak pernah habisnya. Inong, Ahya, dan Mak Santan adalah orang-orang yang dijadikan tokoh sentral dalam novel. T.I. Thamrin. Penulis novel ini tidak semata-mata merekayasa dalam tulisannya. Beliau begitu piawai meracik kisah-kisah nyata agar dibaca oleh khalayak. Hal-hal yang tak berani ditulis oleh pengarang lain dimasanya.

Syair Kecintaan Kepada Rasulullah

123

Oleh K.H. Jalaluddin Rakhmat

Ketika Iblis dikeluarkan dari surga, berlangsunglah per­cakapan antara dia dengan Tuhan.

Iblis: Tuhanku, Engkau telah mengeluarkan aku dari surga karena Adam. Lalu, di mana rumahku?

Dua Sastrawan Terkemuka Indonesia dari Aceh Singkil

images-9

OLEH: SADRI ONDANG JAYA, penulis buku “Singkil dalam Konstelasi Sejarah Aceh”.

Aceh tempo doeloe, banyak melahirkan