Sanggar Semenanjung Gelar Operet Hangtuah

IMG-20170408-WA0007-001-001

DEPOK (Tangselone.com) – Sanggar Semenanjung akan menggelar Operet Hangtuah, cuplikan drama kolaborasi seni peran dengan tari dan lagu dengan durasi pendek sekitar 45 menit. Pergelaran teater Melayu ini akan diselenggarakan di Rumah Seni Asnur, Jalan Cahaya Titis, Kavling UI Timur Blok D No.4 Tanah Baru Depok, Jawa Barat, 15 dan 16 April 2017.

Operet Hangtuah adalah upaya Sanggar Semenanjung melestarikan dan mengembangkan teater Melayu yang akhir-akhir ini jarang dipersembahkan di Jakarta dan sekitarnya. Operet Hangtuah adalah produksi Sanggar Semenanjung yang kelima, disutradarai oleh Asrizal Nur.

Di samping menyutradarai, Asrizal Nur ikut berperan sebagai Raja, Jimmy S Johansyah sebagai Datuk Bendahara. Sa’id Rega Syahringga sebagai Hang Jebat sedangkan Hangtuah diperankan oleh Rian. Naskah ditulis oleh Temul Amsal.

Asrizal Nur mengatakan, operet Melayu ini menceritakan betapa kejamnya sebuah fitnah. Ini bermula dari kecemburuan dan nafsu berkuasa seorang Patih bernama Karmawijaya. Ia memfitnah Hangtuah, seorang Laksamana Kepercayaan Raja, sehingga Raja memutuskan hukuman mati pada Hangtuah. Datuk Bendahara pun diperintahkan untuk mengeksekusi hukuman tersebut.

Mendengar sahabatnya menjadi korban fitnah, Hangjebat murka dan mengamuk, sehingga Raja dan pemuka kerajaan meninggalkan istana.

“Pada saat inilah Datuk Bendahara berterus terang kepada Raja, bahwa sebenarnya ia tidak tega melaksanakan titah raja untuk menghukum mati Hangtuah tetapi menyembunyikannya di Indrapura,” tutur Asrizal Nur.

Raja gembira mendengar berita itu. Hangtuah pun dipanggil dan diminta bantuannya untuk menangkap Hangjebat. “Perkelehaian Hangtuah dan Hangjebatpun tak dapat dielakkan. Begitulah akhirnya Hang Jebat mati di tangan Hangtuah,” tutur Asrizal Nur.

Asrizal mengungkapkan, sehubungan tiada sponsor, panitia menjual undangan donatur Rp 250 ribu untuk hari pertama, Sabtu , 15 April 2017 pukul 14.00 WIB dan untuk umum Rp 100 ribu, 16 April 2017, pukul 14.00 WIB. “Di gedung teater Rumah Seni Asnur hanya tersedia 100 kursi,” ujar Asrizal Nur.(R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *