23 Sastrawan Berpeluang Raih Anugerah Sastra Litera

P60407-181310-002

JAKARTA (Tangselone.com) – Sebanyak 23 sastrawan Indonesia yang terdiri dari penyair dan cerpenis berpeluang untuk meraih Anugerah Sastra Litera 2017. Mereka adalah yang karyanya pernah dimuat di portal sastra Litera yang beralamat di www.litera.co.id. “Sebagian di antara mereka adalah nama-nama baru dalam dunia sastra. Ini menggembirakan,” kata Ahmadun Yosi Herfanda, pemimpin umum sekaligus pemimpin redaksi Litera di Jakarta, 29 Maret 2017.

Menurut Ahmadun, karya mereka mengisi rubrik puisi dan cerpen Litera selama 2016. Di jajaran penyair ada Budhi Setyawan, Dedy Tri Riyadi, Eddy Pranata PNP, Eko Ragil Ar-Rahman, Fikar W. Eda, Iwan Setiawan, Moh. Ghufron Cholid, Rai Sri Artini, Rukmi Wisnu Wardani, Surya Gemilang, Wahyu Gandi G, dan Willy Ana. Untuk kategori cerpen ada Armin Bell, Dianing Widya, Kasim MD, Kristiawan Balasa, Kurnia Gusti Sawiji, Mahan Jamil Hudani, Ni Komang Ariani, Setiyo Bardono, Seto Permada, Yuditeha dan Zaenal Radar T.

Nama-nama itu muncul setelah tim juri yang terdiri dari Ahmadun, Mustafa Ismail dan Mahrus Prihany mengadakan seleksi terhadap karya-karya yang dimuat di media online sastra itu sepanjang 2016. “Ada puluhan nama yang karyanya dimuat di Litera sepanjang tahun lalu. Dari sana tersaring 23 nama sastrawan sebagai calon penerima penghargaan,” tutur Ahmadun menambahkan.

Ahmadun menjelaskan dari 23 nama itu juri akan memilih karya terbaik untuk masing-masing kategori (puisi dan cerpen) dan empat karya terpuji. Karya terbaik untuk puisi dan cerpen akan mendapatkan Anugerah Litera yang akan diserahkan pada perayaan ulang tahun portal sastra itu di Serpong, Tangerang Selatang, pada 28 April 2017. “Penerima Anugerah Litera akan mendapatkan piala, piagam dan sedikit insentif untuk menulis,” ujar Ahmadun. Adapun karya terpuji akan mendapatkan piagam dan bingkisan buku.

Salah seorang juri, Mustafa Ismail, mengatakan dari karya-karya mereka baca dan seleksi menunjukkan betapa kayanya estetika sastra Indonesia. Fakta itu menepis anggapan bahwa estetika sastra Indonesia seragam seperti terlihat dalam karya yang dimuat di media arus utama, terutama yang terbit di Jakarta. “Gaya berpuisi dan bercerita dari sastrawan Indonesia sangat berwarna. Mereka datang dan kental dengan kearifan dan estetika lokal masing-masing,” ujar penyair asal Aceh itu.

Mahrus Prihany yang juga Ketua Panitia Anugerah Litera menjelaskan ulang tahun Litera diwarnai dengan beragam acara. Acara pertama adalah bincang sastra bertajuk “Mengembalikan Sastra Pada Kekuatan Teks” yang diadakan pada Sabtu, 25 Maret lalu di sebuah kafe di Pamulang, Tangerang Selatan. Adapun acara puncak pada 28 April 2017 akan diisi dengan pembacaan puisi dan cerpen oleh sejumlah sastrawa, antara lain Sutardji Calzoum Bahri, Asrizal Nur dan Slamet Widodo.

Dalam acara yang didukung Djarum Foundation itu ada pula peluncuran buku puisi dan cerpen terpilih Litera serta seminar sastra dengan pembicara Maman S Mahayana, Rida K Liamsi dan Hasan Aspahani. “Kami juga mengadakan bazar buku sastra dan mengajak sastrawan untuk berpartisipasi dalam bazar tersebut,” kata Iman Sembada, kordinator bazar buku sastra.(R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *