Penyair Indonesia “Teriakkan” Kopi di Tanah Gayo

img-20161125-wa0074-001

TAKENGON (Tangselone.com) – Memeriahkan November Kopi Gayo dalam rangkaian pesta penyair puisi kopi dunia turut dihadiri sejumlah penyair dari berbagai daerah di Indonesia. Mengekspresikan diri terhadap kopi Gayo, penyair-penyair tersebut membacakan puisi bertema kopi di Tootor Caffee Takengon Aceh Tengah, Jumat malam (25/11/2016). Hentakan puisi yang diiringi musik komunitas anak kopi Gayo memadati totor caffee sampai jam 11 malam.

Baca puisi malam tersebut dipandu oleh Asmira dan Salman Yoga. Diawali baca puisi Abu Rahmat (Lhokseumawe), selanjutnya Endut Ahadiat (Padang), kemudian penyair Gayo Ansar Salihin (Aceh), Julaiha (Medan), Ayu Harahap (Medan), Kunni Masrohani (Riau), Siwi Widjayanti (Jakarta), Mahlizar (Takengon) dan Willy Ana (Bengkulu).

Ada pula Mezra Pellondou (NTT) yang berkolaborasi bersama penyair cilik Gayo Ine Salfani Renggali (Takengon), Zuliana Ibrahim (Takengon), Devie Matahari (Bekasi), Ace Sumanta (Bogor), Syarifuddin Arifin (Padang). Pembacaan puisi ditutup penyair Mustafa Ismail (Jakarta).

Salman Yoga pihak penyelenggara acara pesta penyair puisi kopi dunia menyebutkan, panitia membuka ruang kepada penyair mengekspresikan melalui puisi di cafe. Sambil membaca puisi menikmati kopi gayo dengan berbagai cita rasa

“Seluruh penyair yang hadir terlihat menikmati pertunjukan sambil minum kopi Gayo di Totor Caffee Takengon,” jelasnya.

Setelah baca puisi di Totor Caffee akan dilanjutkan baca puisi di Seladang Kopi Bener Meriah milik Sadikin alias Gembel, Sabtu (26/11/2016), pukul 15.00 s.d 18.00. Selanjutnya pada malamnya dilanjutkan baca puisi di Pabrik Kopi Haji Rasyid Bebesen Takengon dan penutup baca puisi di Pantan Terong pada pagi Minggu (27/11/2016).

Pesta Puisi Kopi yang berlangsung di Tanah Gayo (Takengon dan Bener Meriah) pada 25-27 November 2016 adalah bagian dari kegiatan November Kopi Gayo yang berlangsung sebulan penuh. Pesta Puisi Kopi ditandai dengan penerbitan buku puisi “Kopi 1.550 Mdpl” berisi puisi-puisi dari 255 penyair Indonesia, Malaysia dan Singapura. Buku setebal lebih 500 halaman itu dikuratori Fikar W. Eda, Mustafa Ismail, dan Salman Yoga.(R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *