100 Pemenang Lomba Cipta Puisi Qurani 2016

juri-puisi-qurani-2-480x330

JAKARTA (Tangselone) – Gelar Cipta Puisi Qurani 2016 yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi) telah menerima 1.195 peserta dengan masing-masing 1 buah puisi.

Melalui sidang Dewan Juri yang terdiri dari Abdul Hadi WM, Maman S Mahayana, dan Chavchay Syaifullah, telah diputuskan 100 pemenang.

Kepada masing-masing pemenang akan diberikan buku kumpulan puisi berjudul Seratus Puisi Qurani 2016, Piagam Penghargaan dan uang sebesar Rp.250.000.
Berikut adalah daftar 100 Pemenang Gelar Cipta Puisi Qurani 2016:

Nama Penulis Judul Puisi

A’yat Khalili-Hikayat Taman Laut
Abd. Rasyid-Jalan Yang Purnama
Abdul Mutholib -Pelita Kegelapan
Abdul Warits-Hikayat Perahu Nuh
Abu Ma’mur MF-Avontur Sunyi
Ade Novi-Sepertiga Malam
Agung Hidayatullah-Laba-Laba Hitam
Agus R. Subagyo-Perjalananmu Menembus Batas Ruang Dan Waktu Ahmad Faridatul Akbar-Rubayat
Ahmadun Yosi Herfanda-Kereta Adzan
Ainul Amien-Al-Luma’ Tentang Manusia
Alexander Robert Nainggolan-Fragmen-Fragmen Bagi Nuh
Alsinalla-Nun
Anugrah Roby Syahputra-Ayat-Ayat Aleppo
Arbi Sanit-Pengakuan Usia
Arif Hidayat-Demi Malam
Arina Sera Atkia Sang-Dzulkarnain
Arther Panther Olii-Pada Sebuah Wajah
Baboh Lazurra-Demi Masa
Badrul Munir Chair-Tempat Bersembunyi
Bambang Widiatmoko-Membaca Diri
Bayu Andama Putra-Dan Jawablah
Beni Setia-Kahfi
Budhi Setyawan -Membaca Usia
Budi Setiawan-Ibadah Bulan
Chandraswari Swastya Respati-Sepenggal Kisah Siti Hajar
Cindy Septyani-Bahwa Tuhanmu Melihat
Daru Sima Suparman-Jadilah
Dian Rusdiana-Perjalanan Menuju Lembah
Faran Din Saja -Tuhan, Inilah Ikrar
Dini Purnamasari-Sabar Tiada Batasnya Nabi Ayub As.
Dwi Klik Santosa-Aku Rindu Cahaya
Encep Abdullah-Zan
Fakhrunnas Ma Jabbar-Malam Tahajud Penghabisan
Fikar W.Eda-Bahtera
Giyanto Subagio-Tuhan
H. Shobir Poer-Kekasih Allah
Hadi Sastra-Epik Ibrahim Dan Ismail
Hamid Fadaq-Salat Malam
Handry Tm-Tentang Laut Yang Terbelah Hasan
Bisri Bfc-Prajurit Thaifah Manshuriah
Hasta Indriyana-Perempuan Penulis Quran
Herman Rn-Baju Yusuf
Heryus Saputro-Seperti Hijrah
Ahmad-Aku Mendengar Kabar Dari Abad Yang Berjarak
Holik Wonorogo Wf-Menempuh Tuhan
Hudan Nur-Maryam Al Kahf
Humam S. Chudori-Tuhan Ajari Aku Bersabar Agar Engkau Cinta Aku Agar Aku Bersama Engkau
Ibnu Ps Megananda-Sebulir Sinar ‘Ashhaabul Kahfi’
Imam Budiman-Kuda-Kuda Perang Dalam Padanan Aksara Tuhan
Imam Khanafi-Jalan Menuju Abadi
Januar Efendi-Membaca Tanda Tuhan
Juftazani-Ekstase
Jumari Hs-Mengaji Surat Al-Ikhlas
Karmila Sari Ritonga-Siapakah Yang Lebih Zalim?
Khairunnisa Syahfa-Sang Waktu
Khairur R. Bunang-Separuh Bulan Di Tubuh Yusuf
Khoer Jurzani-Harut Dan Marut
Kurnia Effendi-Yusuf
Kurnia Hidayati-Sepanjang Yaumul Hasrah
Larasati Sahara-Zikir
Lk Ara-Jum`At
M. Asy’ari Misbahul Munir-Munajat
Mahan Jamil Hudani-Malam-Malam Kita Tak Lagi Khusuk
Mario Excel-Embara Jiwa
Maulidan Rahman Siregar-Jumat Penghabisan
Moh. Tamimi-Ayat Anti Teroris
Muhamad Abdul Kholil-Suara Lainnya
Muhammad Subhan-Hikayat Anak Adam
Muhammad Wildan-Sekat Bashirah
Muhary Wahyu Nurba-Seluruh
Mukti Sutarman Espe-Tentang Lelaki Tua Yang Doanya Terterima
Mustafa Ismail-Pendaki
Narudin-Mahabenar Engkau Dengan Segala Kata
Nastain Achmad-Demi Masa
Navys Ahmad-Zarrah Pendusta
Nurhudayanti Saleh-Selembar Kain
Nurmasyithah-Tuhan, Engkau Candu Patimah
Rizki Supardi-Aku Yang Bakhil, Sedang Kau Yang Kamil
Pringadi Abdi Surya-Sajak Pembuka
Raedu Basha-Tarthus
Ramon Damora-Ayat-Ayat Ayah
Rd. Ace Sumanta-Dunia Dan Air Mata
Riyadhus Sholihin-Kembalikan Harapanku Yang Kau Tulis Dalam Ayatmu
Salman Yoga S-Shaf Puisi
Sani L Xia-Opera Peradaban
Shalihin Muhammad-Setelah Penghianatan
Sri Wintala Achmad-Amsal Alif
Sulaiman Djaya-Zikir Hari Raya
Syarif Hidayatullah-Iqra!
Teguh Wibowo Manusia Terlempar Dari Kerajaan Langit
Teuku Dadek-Panca Manusia
Viddy Ad Daery-Alif Lam Mim
Win Gemade-Menunggu Pengadilanmu
Winda Rahma-Almaktub Seorang Buta
Wirja Taufan-T A M U
Zaenal Radar T-Solat
Zain Munfashil-Demi Penyair
Zulfikar-Ibrahim
Zuliana Ibrahim Membaca Usia
Peluncuran buku Seratus Puisi Qurani 2016 akan dilaksanakan pada perayaan Milad Parmusi ke-17 di Hotel Grand Sahid Jakarta, pada Sabtu, 1 Oktober 2016.

“Sebagai penyelenggara kami merasa bahagia atas respon baik para pecinta puisi Indonesia. Kami merasa kegiatan ini memiliki dua peran yang strategis, pengembangan puisi Indonesia yang bernuansa relijius dan pembumian al-Quran dengan cita rasa seni yang inovatif,” jelas Ketua Departemen Seni dan Budaya Parmusi, Chavchay Syaifullah melalui keterangan tertulisnya, Minggu (25/9/2016).

Penyair yang mencetuskan kegiatan Gelar Cipta Puisi Qurani ini melihat gairah penciptaan puisi qurani akan menjadi upaya penerapan nilai-nilai al-Quran yang konstruktif, inovatif, dan rahmatan lil ‘alamin.

Sementara itu Ketua Umum PP Parmusi Usamah Hisyam mengatakan, Parmusi bertekad akan menjadikan program ini sebagai program tahunan untuk menampung kreativitas penciptaan puisi qurani yang lebih baik dari waktu ke waktu. “Puisi qurani akan memperkaya metode dakwah keagamaan yang lugas dan indah,” ujar Usamah.(R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *