Film Wiji Thukul “Muncul Perdana di Depan Publik Swiss”

471470825332-001

LOCARNO (Tangselone) – Istirahatlah Kata-Kata film tentang penyair Wiji Thukul tayang pertama kali di dunia pada 9 Agustus 2016, pukul 11.00 pagi waktu Swiss, berkompetisi pada sesi Cineasti del Presente. Di depan lebih dari 500 orang, Film yang disutradarai Yosep Anggi Noen itu mendapat tepuk tangan panjang setelah pemutaran berakhir.

Sebelum film dimulai, Carlo Chatrian, Director artistik Locarno International Film Festival memberikan pengantar bahwa Istirahatlah Kata-Kata adalah film dari Indonesia, tentang seorang aktivis, pembuat puisi yang juga sekaligus ayah yang punya peran penting dalam perkembangan demokrasi di Indonesia, “Saya sangat senang karena yang membawa kisah ini adalah sutradara yang 4 tahun lalu membawa film panjang pertamanya ke Locarno. Tahun ini dia kembali dengan film keduanya.”

Abduh Aziz, direktur Produksi Film Negara (PFN) yang mendampingi Yosep Anggi Noen, Yulia Evina Bhara (Produser), Marissa Anita (pemain Sipon) ke Locarno mengatakan, “PFN sangat mendukung film ini bisa tayang di Indonesia kepada publik luas, diterimanya Istirahatlah Kata-Kata di Locarno International Film Festival, membutikan Indonesia kaya akan cerita kemanusiaan yang bisa dikembangkan oleh para pembuat film lainnya. Film ini harus tayang di bioskop Indonesia,” ujar Abduh.

Anggi, sang sutradara dalam sesi tanya jawab menyampaikan, “Wiji Thukul adalah salah satu dari banyak para pejuang demokrasi yang memungkinkan saya untuk membuat film. Tanpa terbukanya ruang demokrasi pada tahun 1998 di Indonesia, mustahil bagi saya untuk bisa dapat memperlihatkan film ini kepada anda semua. Di dalam film ini saya memberikan ruang untuk puisi-puisi Wiji Thukul bisa terdengar lagi. Saya juga ingin menunjukkan perjalanan hidup seorang sastrawan yang mendiami hidup dan kata-kata.”

“Kami datang ke Locarno didampingi oleh Institusi negara yaitu Direktur PFN dan Perwakilan dari Kemdikbud, ini dukungan yang penting dan kami yakin bahwa akhir tahun 2016 nanti film Istirahatlah Kata-Kata dapat kami perlihatkan kepada masyarakat Indonesia di bioskop seluruh Indonesia.

Ketika salah seorang penonton bertanya: apakah generasi muda Indonesia tahu tentang Wiji Thukul?

“Untuk itulah film ini dibuat, agar kami dan generasi muda Indonesia belajar tentang sejarah, bahwa demokrasi diperjuangkan oleh banyak orang dan salah satunya adalah Wiji Thukul,” ucap Yulia.

“Di Film ini suara Wiji Thukul terdengar. Dulu sangat terdengar di tahun 80-90 an, dengan film ini semoga generasi kami juga bisa mendengar suara Wiji melalui puisi-puisinya,” kata Marisa Anita yang memerankan Sipon, istri Wiji Thukul.

Selain Abduh Aziz, Direktur PFN, turut mendampingi berangkatnya delegasi Istirahatlah Kata-Kata adalah Ahmad Mahendra, Kasubdit Program Evaluasi dan Dokumentasi Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Kemdikbud RI.

Sesi tanya jawab dipandu oleh Mark Peranson, Direktur program Locarno International Film Festival.

Film Istirahatlah Kata-Kata adalah produksi kolaborasi bersama Muara Foundation, Partisipasi Indonesia, KawanKawan Film dan LimaEnam Films. Mari kita saksikan film ini di bioskop Indonesia pada akhir tahun 2016.(R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *