Wakil Walikota Banda Aceh Menutup Temu Penyair 8 Negara

20160717_213617-001

BANDA ACEH (Tangselone) – Pada kesempatan penutupan Temu Penyair 8 Negara, Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin menegaskan, kondisi di Banda Aceh saat ini sudah benar-benar aman dan nyaman, Minggu (17/7/2016) pukul 21.45 WIB.

Zainal Arifin menjamin, Banda Aceh saat ini sudah sangat berbeda dibanding pada masa konflik duhulu.

“Aceh saat ini kondisinya aman dan menyenangkan,” kata Zainal Arifin yang akrab disapa Cik Zaenal seperti dikutip Inilahlampung.com.

Karena itu, anggapan di luar bahwa Aceh menyeramkan, sunyi, ataupun membahayakan. “Anggapan itu tak benar. Saat ini warga bisa keluar selama 24 jam. Kedai atau kafe bahkan ada yang buka 24 jam,” terangnya.

Cik Zainal pun menambahkan bahwa Islam di Aceh adalah rahmatan lil alamin. “Jadi tidak benar Islam di Aceh adalah teroris.”

Perubahan di Banda Aceh, diakui Zainal Arifin, setelah petaka yang menimpa daerah ini pada 26 Desember 2004 berupa tsunami.

“Ibarat kata orang Minang, inilah sengsara membawa nikmat,” ucap Wakil Walikota.

Pada kesempatan itu, Cik Zainal berharap kunjungan para penyair 8 negara bukanlah yang terakhir.

Sementara kenangan dari peserta disampaikan penyair Malaysia Tengku Raja Ahmad Aminullah.

Usai penutupan dilanjutkan pembacaan puisi oleh para penyair peserta Temu Penyair 8 Negara.(R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *