Teater Garasi: “Yang Fana Adalah Waktu. Kita Abadi”

645de0cd-0413-4b36-aa8c-f54f8327e5ce_43-001

JAKARTA (Tangselone) – Teater Garasi/Garasi Performance Institute bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif dan Bakti Budaya Djarum Foundation dengan didukung oleh Gothe Institut Jakarta akan menggelar pertunjukan “Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi” pada tanggal 30-31 Juli 2016 di Goethe Institut Jakarta.

Pertunjukan tersebut sebelumnya juga akan digelar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif dan FIB Universitas Indonesia dan didukung oleh Direktorat Kesenian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Studio Hanafi pada tanggal 26 Juli 2016.

Lakon “Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi” adalah karya pertunjukan terbaru Teater Garasi/Garasi Performance Institute yang bertolak dari pembacaan dan refleksi atas ihwal “tatanan” dan “berantakan” (order dan disorder).

Pertunjukan yang disutradarai Yudi Ahmad Tajudin ini adalah pengembangan dan penelusuran lebih jauh dari proyek seni kolektif Teater Garasi yang dilakukan sejak tahun 2008, di antaranya menghasilkan pertunjukan “Je.ja.l.an” dan “Tubuh Ketiga”, yang mencoba mempelajari bagaimana ledakan “suara” atau “narasi” (ideologis, agama, identitas) di Indonesia pasca 1998 menciptakan dan menyingkap ketegangan serta kekerasan, yang baru maupun yang terpendam.

Lakon “Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi” pernah dipentaskan untuk pertama kali di Yogyakarta pada bulan Juni tahun 2015 lalu. Judul pertunjukan dipinjam dari puisi Sapardi Djoko Damono, Yang Fana adalah Waktu (1978).(R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *