Sulut Siaga Darurat Banjir, Longsor dan Gunung Api

bpbd-_131024155947-297

MANADO (Tangselone) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menetapkan siaga darurat bencana banjir, longsor dan gunung api. Saat ini peluang banjir dan longsor masih bisa terjadi karena diperkirakan dua hari ke depan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur wilayah Sulut.

“Siaga darurat bencana ini berlaku hingga tiga bulan ke depan sejak bulan Juni,” kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara Christian Laotongan, Rabu (22/6).

Dia menambahkan, intensitas hujan tinggi telah menyebabkan banjir dan longsor di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan merenggut empat korban, satu di antaranya meninggal dan tiga sisanya masih tertimbun.

Selain itu, banjir dan longsor juga menyebabkan ratusan kepala keluarga harus diungsikan dan menetap sementara di rumah kerabat, rumah ibadah serta bangunan milik pemerintah.

“Kerugian materil akibat bencana ini masih diinventarisasi. Kami terus melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat,” katanya seperti dikutip Republika.co.id.

Sementara itu, satu-satunya gunung api yang harus diwaspadai warga sekitar lereng yang masuk radius rawan bencana adalah Gunung Lokon di Kota Tomohon.

Sebelumnya, kata dia, status siaga pada level III disematkan untuk Gunung Awu (Kabupaten Kepulauan Sangihe), Gunung Soputan (Kabupaten Minahasa Tenggara/Minahasa Selatan), Gunung Karangetang (Kabupaten Kepulauan Sitaro) dan Gunung Lokon.

Dari ancaman banjir, longsor dan erupsi gunung api ini, kata dia, warga diharapkan tidak menetap di daerah rawan bencana seperti bantaran sungai, tebing, daerah curam hingga, serta mematuhi radius bahaya gunung api yang direkomendasikan pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

“Paling penting adalah waspada dan mencari tempat yang lebih aman untuk menetap sementara waktu,” katanya.(R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *