Universitas Terbuka Kembangkan Ekonomi Kreatif

Universitas-Terbuka-Kembangkan-Ekonomi-Kreatif

PAMULANG – Universitas Terbuka (UT) yang berlokasi di Poncok Cabe Udik, Pamulang Tangsel mulai mengembangkan program ekonomi kreatif bagi mahasiswa untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Demikian ditegaskan Rektor UT, Tian Belawati dengan semakin gencar memberikan pelatihan wirausaha kepada mahasiswa. Selain itu, program tersebut sudah bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM selama 2 tahun.

“Salah satu upaya UT adalah memberikan pelatihan wirausaha kepada mahasiswa bekerjasama dengan kementerian koperasi. Kementerian bisa berikan dana melalui pengajuan proposal dari mahasiswa sebesar Rp 60 juta,” katanya.

Seminar ilmiah dalam rangka pembekalan calon wisudawan di gedung UTCC dengan tema Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di Era Masyarakat Asean yang disampaikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Malaysia. Tian menjelaskan poduk yang dihasilkan sudah banyak, mulai dari pakaian, kerajinan tangan sampai pada makanan kemasan yang sudah diedarkan diberbagai belahan daerah di Indonesia.

“Pemasaranya saat ini melalui online untuk kawasan dalam menegri, kendati kedepan akan dicanangkan untuk luar negeri. Karena UKM sangat diminati di berbagai negara Asean hasil dari Indonesia,” sambungnya.

Secara keseluruhan wisudawan UT sebanyak 8,456 yang telah digelar pada (5/4) Guna mempercepat program wirausaha, UT memberlakukan entrepreneur sebagai matakuliah wajib. Termasuk bahasa Inggris, informasi teknologi dan kemampuan belajar secara mandiri akan dikembangkan secara berkalanjutan. “Keempat mata kuliah ini sebagai tambahan tapi diwajibkan untuk menjadikan foundation cours bagi mahasiswa UT,” tambahnya.

Kedepan UT juga akan bergabung dengan badan sertifikasi internasional supaya alumni UT dapat diterima oleh di negara Asean. UT, sambungnya, sangat serius dalam menghadapi MEA sebagai tantangan sekaligus peluang dalam mensejahterakan perekonomian.

“Saat ini UT memang belum mengeluarkan sertifikat karena biasanya sertifikat itu dikeluarkan oleh asosiasi. Maka dari itu kedepan kami akan tergabung agar dapat sertifikat sehingga lulusan UT misalnya bidang hukum laku menjadi pengacara di Malaysia,” paparnya.

Tak hanya itu, UT saat ini sedang mempersiapkan program studi bidang kesehatan. Kebutuhan medis dalam kancah MEA sangat besar di antaranya dokter, perawat, bidan dan farmasi. “UT sudah mengantisipasi tahun ini akan buka keperawatan kebidanan dan farmasi dengan harapan bisa bersaing. Progres farmasi sudah mendapatkan ijin dari dikti,” jelasnya.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Malaysia Marsekal TNI (Purn) Herman Prayitno dalam penyampaian karya ilmiahnya menegaskan potensi UKM untuk pangsa pasar MEA sangat besar. Malaysia sendiri begitu suka dengan produk UKM asal Indonesia.

“Di Malaysia sering mengadakan pameran produk UKM dari anggota asean bahkan dunia. Produk Indonesia sangat diminati sekali makanya sangat besar peluangnya UKM ini dalam MEA,” katanya.

Ia berharap lulusan UT yang sudah diberikan bekal ilmu akan senantiasa mampu belajar secara mandiri, sebab tantangan ketika keluar dari dunia akademis akan sulit membiasakan baca buku dan lain-lain. “Inilah yang membedakan kebiasaan kita dengan orang negara tetangga. Mereka kemana-mana membiasakan baca buku karena itu akan yang bisa memberikan ilmu. dengan harapan mahasiswa UT demikian,” doanya.

Dalam kegiatan pembekalan hadir Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Ari Purbayanto.

[iman sembada | sumber: tangsel pos]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *