Maraknya Pencurian Pasir Laut di Perairan Banten

pengawasan-lemah-banyak-pencurian-pasir-laut-di-perairan-banten

BANTEN – Minimnya pengawasan dari Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Banten menyebabkan maraknya pencurian pasir laut di Perairan Banten di sekitar Perairan Pulo Tunda dan Perairan Cilegon. Bahkan, Distamben Provinsi Banten terkesan membiarkan perusahaan penambangan yang tidak mengantongi izin untuk melakukan penambangan pasir laut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Distamben Provinsi Banten, Eko Palmadi, menjelaskan bahwa penambangan pasir laut ini adalah warisan dari Kabupaten Serang.

“Kami diwariskan problematika penambangan pasir laut oleh Kabupaten Serang,” kata Eko, Senin (28/3), seperti yang dilansir Merdeka.com.



Suryanto, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Paguyuban Assalam mengatakan, perusahaan yang sudah mengantongi Surat Izin Kerja Keruk (SIKK) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan saat ini sedang melakukan proses perpanjangan izin di Distamben Provinsi Banten, malah tidak diizinkan melakukan penambangan.

“Distamben Provinsi Banten diskriminasi terhadap perusahaan penambangan. Perusahaan yang tidak ada izin diperbolehkan melakukan penambangan, tapi yang ada izin dan sedang proses perpanjangan malah tidak digubris,” ujarnya.

Perusahaan yang sedang melakukan perpanjangan izin di Distamben Provinsi Banten adalah Koperasi Tirta Niaga Pantura. Dalam melakukan perpanjangan izin, Koperasi Tirta Niaga Pantura telah memenuhi semua persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Namun Distamben Provinsi Banten tetap tidak mengeluarkan perpanjangan izin.

“Ini jelas melanggar UU Minerba, kalau semua persyaratan sudah dipenuhi, tidak ada alasan bagi Distamben Provinsi Banten, untuk menghalang-halangi,” kata Suryanto.

PILO POLY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *