Bedah Buku KSI Tangsel Sukses. Bagaimana Jalannya Diskusi?

IMG-20160317-WA0010

PAMULANG – Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Tangsel bekerjasama dengan Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS) berhasil menyukseskan Bedah Buku Raliatri. Kumpulan Cerpen yang ditulis Mahan Jamil Hudani atau yang lebih dikenal dengan nama Mahrus Prihany ini memuat 17 cerpen yang mengangkat tema-tema sosial.

Dalam bedah buku tersebut, turut hadir sebagai pemateri Chavchay Syaifullah Ketua Dewan Kesenian Banten. Juga hadir sebagai pemateri Ketua Dewan Kesenian Tangerang Selatan, H. Shobir Purwanto. Dan yang terakhir adalah, Sastrawan dan juga salah satu pengurus KSI Pusat, Humam S. Chudori.

Dalam materinya, Humam S Chudori menyorot tentang nilai dan pesan sosial dalam kumpulan cerpen dalam buku tersebut. Ia berpendapat bahwa kumpulan cerpen Mahan Jamil Hudani penuh nilai sosial.

“Saya saat membaca kumpulan cerpen Mahan Jamil Hudani ini, seperti membaca Indonesia,” ujarnya.

Lain dengan Humam S. Chudori, H Shobir Purwanto Ketua Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS) mengupas cerpen Mahan Jamil Hudani dari nilai estetika suatu karya sastra. Ia mengetengahkan acuan teoritis dan nila estetka dalam menulis cerpen.

“Bahwa memang ada acuan teoritis dan estetika dalam menulis cerpen,” bebernya.

Pembicara ketiga Chavchay Syaifullah melihat Raliatri dari perspektif Budaya dan Modernisasi. Menurutnya, cerpen-cerpen dalam buku Raliatri justru tidak mencerminkan nilai dan benturan-benturan yang terjadi dalam suatu masyarakat akibat arus modernisasi, bahkan cerpen-cerpen tersebut terkesan begitu lambat untuk merespon keadaan.

“Cenderung konvensional dan jauh dari gagasan modernisasi. Siasat harus dibedakan. Karena menulis cerpen berbeda dengan menulis novel,” ungkap Dewan Kesenian Banten itu dalam materinya.

Dalam kesempatan yang sama, Mahan Jamil Hudani mengakui bahwa cerpen-cerpennya berangkat dari ide-ide tradisional dan konvensional.

“Ya. Tema diskusi yang diangkat memang sebagai anti-tesis dari kumpulan cerpen Reliatri,” bebernya.

Diakunya pula, selama ini Mahan Jamil Hudani adalah seorang penulis yang berangkat dari tema-tema kesederhanaan dan keseharian yang ada di sekitarnya.

Sebelumnya, Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Tangsel dan Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS) menyelenggarakan Bedah Buku berjudul Raliatri pada Kamis, (17/3) di Resto Kampung Anggrek, Serpong, Tangerang Selatan. Kumpulan cerpen yang ditulis oleh Ketua KSI Tangsel ini diterbitkan oleh sebuah penerbit indie, Q Publisher.

Acara ini juga didukung penuh oleh Resto Kampung Anggrek, Dewan Kesenian Tangerang Selatan, KSI Tangsel, Teroka Indonesia, Bataviaone.com, TangselOne.com, Litera.co.di, Sarang Matahari Penggiat Sastra, Buletin Mantra, Spirit Kita, dan Infosastra.com

PILO POLY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *