Ahok: Saya Tak Mau Terima PNS Lagi

ahok tempo

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menyatakan bahwa ke depan ia tidak mau lagi membuka penerimaan pegawai negeri sipil (PNS). Namun pengesahan itu akan ia lakukan setelah pengesahan undang-undang aparatur sipil negara (ANS) yang tengah diusulkan Presiden Joko Widodo.

Menurut Ahok, jika nanti sudah disahkan, maka aparatur sipil negara bisa dikategorikan menjadi dua, yakni PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Ahok menyampaikan hal ini setelah melontarkan kekecewaan terhadap kinerja Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP). Menurutnya, kinerja dinas tersebut lamban, padahal jumlah pegawainya termasuk banyak.

“Jadi, nanti ke depan, saya tidak mau terima PNS lagi. Semua nanti swasta. Mereka bisa masuk dan jadi penjabat,” tuturnya di Balai Kota, Kamis (10/3/2016).

Ahok juga mengatakan hal yang penting untuk menjalankan pemerintahan di Ibu Kota harus berani melakukan pemecatan terhadap PNS yang tidak bekerja baik.

Salah satu contohnya, seperti pemecatan Kepala Dinas Tata Air DKI. Seharusnya pemecatan itu sudah bisa dilaksanakan akhir tahun 2014 atau awal tahun 2015.

“Saya kadang-kadang nyeselin di Jakarta ini, saya terlambat pecatin orang-orang,” kata Ahok di Balai Kota, Senin (1/2/2016).

Sebelumnya, Kepala Dinas Tata Air selalu diduduki oleh pejabat internal bergelar insinyur, seperti Ery Basworo, Manggas Rudi siahaan, Agus Priyono, dan Tri Djoko Sri Margianto.

[Doc|kurnia sari aziza, alsadad rudi|kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *