Di Bali Energy Forum, Wali Kota Ini Tagih Listrik Tenaga Surya

illiza di bali energi forum

Bali – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan presentasinya terkait pembangunan dan pengembangan infrastruktur energi dalam Bali Clean Energy Forum 2016 di Bali Nusa Dua Convention Center.

Pada forum yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM tersebut, Wali Kota Illiza tampil dalam focus group discussion (FGD) bersama Bupati Belitung-Kepulauan Bangka Belitung dan Bupati Boalemo-Gorontalo. Masing-masing kepala daerah ini menyampaikan permasalahan/kebutuhan listrik di daerahnya.
 
Illiza menaruh harapan besar kepada pemerintah pusat agar dapat membantu permasalahan listrik yang menjadi isu utama di sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia sehingga menjadi hambatan bagi para investor untuk berinvestasi.

“Khusus untuk Kota Banda Aceh, kami mengharapkan adanya energi listrik yang terbaharui sebagai faktor pendukung untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai salah satu smart city di Indonesia.”

Pada kesempatan itu, Illiza juga menuntut janji Kementerian ESDM tentang pembangunan energi listrik tenaga surya di Banda Aceh. “Tahun lalu pembangunan instalasi energi listrik tenaga surya untuk gedung balai kota dan Pelabuhan Samudera Lampulo gagal tender. Saya menuntut janji Kementerian ESDM untuk dapat merealisasikannya tahun ini, karena kami sudah menyampaikan hal ini kepada masyarakat.”
 
Illiza juga memaparkan progress pembangunan Pelabuhan Samudera Lampulo, perihal apa saja yang menjadi kendala dan apa saja yang telah dibangun di sana. “Pembebasan tanah dan pembangunan dermaga kapal <30 GT telah selesai dikerjakan. Demikian pula dengan tempat penampungan ikan, walaupun belum sempurna.”   “Selanjutnya break water baru selesai 50 persen. Gedung pengepakan ikan, jalan keluar masuk pelabuhan, gedung kios nelayan, dan penimbunan juga baru selesai 50 persen,” ungkap Illiza seraya meminta pembangunan yang telah terlaksana dapat disempurnakan dalam waktu dekat agar aktivitas perikanan di Banda Aceh dapat berjalam optimal.   Tak ketinggalan, Illiza juga meminta bantuan kepada Kementerian ESDM untuk pembangunan pagar keliling Pelabuhan Samudera, jalan inspeksi pagar keliling, jalan akses ke pelabuhan, dan drainase sepanjang kurang lebih 6000 meter.   “Kami juga memohon bantuan pusat untuk pembangunan IPAL, break water 612 meter, dermaga <60 GT dengan panjang 500 meter, pengerukan kolam pelabuhan, gedung pusat pemasaran ikan, bengkel dan docking, gedung kantor pelabuhan serta gedung perbaikan jaring,” pungkas Illiza pada acara yang ikut dihadiri oleh Menteri ESDM Sudirman Said tersebut. (RLS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *