Tiga Tahun Rumah Seni Asnur

IMG-20171128-WA0002-001

DEPOK (Tangselone.com) – Rumah Seni Asnur adalah salah satu kantong budaya Indonesia yang beraktifitas di Depok, Sabtu, 25 November 2017 lalu merayakan ulang tahunnya yang ke-3 dengan tajuk: Pentas Puisi 3 Tahun Rumah Seni Asnur.

Pentas Puisi 3 tahun Rumah Seni Asnur tadi telah direncanakan menghadirkan Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dhakiri, Walikota Depok KH. Idris Abdul Shomad, Mustari Irawan Pemenang Sayembara Buku Puisi terbaik Hari Puisi Indonesia 2017 dan Penyair humor A. Slamet Widodo.

Menteri Tenaga Kerja RI urung datang mendadak ada tugas negara yang tak dapat ditinggalkan begitupun KH.Idris tak dapat hadir karena kurang sehat. Mustari Irawan juga demikian. Akan tetapi A. Slamet Widodo hadir dan berhasil membuat suasana heboh dengan tawa ulah puisinya yang lucu. Dan kekecewaan yang hadir dapat pula terobati dengan penampilan puisi multimedia Asrizal Nur.

Pentas puisi 3 tahun Rumah Seni Asnur dimeriahkan oleh penyair dari Depok, Jakarta, Bekasi, Papua, Banten dan Natuna antara lain Jimmy S Johansyah, Iman Sembada, Jeffry Sumampouw, Puguh Warudju ( Depok), Maria Rose (Manokwari, Papua Barat), Imam Maarif (Jakarta), Sofyan RH Zaid ( Bekasi) dan lain-lain.

Acara ini sekaligus peluncuran program Rumah Seni Asnur 2018, diantaranya : 1. Festival Teater Sekolah 2. Pergelaran Teater bulanan diharapkan dibiayai oleh Pemerintah Kota Depok, sedang program lainnya : 1. Seniman Mengaji 2. Pemutaran Film Religi rutin tiap minggu 3. Pembacaan Puisi diharapkan dibiayai oleh Kementerian Agama RI. Bila saja semua kegiatan dapat terlaksana maka aktifitas di Rumah Seni Asnur akan semarak setiap minggunya dan pekerja seni di Depok dapat difasilitasi dengan gedung teater kapasitas 100 penoton lengkap lighting dan soundsystem, cukup untuk meningkatkan aktifitas seniman di Depok.

Tiga tahun belakangan ini Rumah Seni Asnur kewalahan membiayai dirinya sendiri, selama ini operasional Rumah Seni Asnur dibiayai sendiri oleh Asrizal Nur melalui honor pentas puisinya, namun tidak mencukupi, sehingga seringkali listrik rumah seni asnur beberapa kali mau diputus. Beberapa tenaga operasional sudah berhenti karena tak sanggup lagi untuk menggajinya. Besarnya operasional Rumah Seni Asnur, menyebabkan tak mampu memerperbaiki kerusakan bangunan sana sini, sangat berharap perhatian banyak pihak.

Semoga saja perjuangan Rumah Seni Asnur dapat perhatian dari Pemerintah dan beberpa pihak yang peduli sehingga Rumah Seni Asnur sebagai kantong kebudayaan yang sudah dikenal hingga mancanegara dapat beraktiftas dengan lancar, salah satu solusinya dengan dengan mensponsori program-proram yangg telah disusun untuk tahun 2018 tersebut baik oleh pemerintah kota Depok maupun perusahaan-perusahaan, Bank yang memiliki dana CSR untuk seni budaya, semoga. (R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *