Om Telolet Om….

2016_12_22-17_57_37_ad67dd1412e2dcb9a801457c4d87f5ab_620x413_thumb

Oleh: Iman Sembada, penyair yang bergiat di Komunitas Sastra Indonesia (KSI).

Banyak cara akan dilakukan oleh banyak orang agar bahagia. Tak jarang, ada orang yang rela menghabiskan uang banyak untuk merasakan kebahagiaan. Namun, tak sungguh benar-benar merasakan kebahagiaan. Alangkah mahalnya ongkos untuk mencapai kebahagiaan. Tetapi, tak sedikit orang yang sanggup merasakan kebahagiaan dengan cara yang, menurut sebagian orang lainnya, sepele dan murah pula.

Fenomena bunyi klakson yang bernada “telolet” yang muncul beberapa tahun lalu di wilayah Jalur Pantai Utara (Pantura) tiba-tiba menjadi viral di media sosial (medsos). Bahkan, sempat menjadi perhatian tokoh dunia, presiden Obama, misalnya. Kecanggihan teknologi begitu cepat menyebarkan segala bentuk informasi dapat segera diakses dengan cara mudah melalui internet. Bis-bis yang membunyikan klakson bernada “telolet” menjadi favorit anak-anak. Anak-anak itu, secara berkelompok, rela menunggu di pinggir jalan. Bis-bis Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang melintas selalu disambut dengan sorak-sorai sambil berteriak: “Om telolet Om….. Om telolet Om…. ” atau dengan membentangkan kertas seadanya yang bertuliskan: OM TELOLET OM…..

Ketika sopir bis AKAP tersebut menekan tombol klakson, lalu klakson berbunyi dalam nada “telolet” seketika suara tawa anak-anak itu meledak membahana. Ada yang melompat-lompat, bahkan ada juga yang berjoget-joget. Tak jarang, anak-anak itu merekam bis AKAP tersebut melalui ponselnya. Tak sedikit hasil merekam mereka yang telah diunggah di youtube.

Syahdan, bahagia itu soal apa yang dirasakan hati dan pikiran. Jika kebahagiaan bisa didapatkan dengan cara yang sederhana dan murah, yang mungkin terkesan “kampungan”, mengapa pula harus menghabiskan banyak uang sebagai ongkos memperoleh kebahagiaan.

Fenomena “Om telolet Om” yang kemudian tidak saja dirasakan oleh anak-anak, belakangan ini juga dirasakan dan melanda orang-orang dewasa. Kebahagiaan adalah hak setiap orang. Kebahagiaan merupakan hak dasar manusia. Karena setiap manusia menginginkan kebahagiaan. Kebahagiaan yang nyata. Bukan semu.

Bukan tidak mungkin, yang sebenarnya, ada banyak hal yang bisa membuat bahagia. Atau inspirasi untuk menjadi bahagia. Bahkan, untuk bisa merasakan kebahagiaan, manusia menciptakan banyak permainan. Sebab, permainan merupakan salah satu sumber kebahagiaan. Apa pun jenis permainannya. Manusia bermain dalam teori filsafat disebut Homo Ludens.

Sejak kanak-kanak, saya sudah tidak asing dengan bis, sebab saat itu saya menjadi pedagang asongan yang biasa naik-turun bis di terminal di kota kelahiran saya. Kadang saya dengan beberapa kawan pedagang asongan sering membincangkan bis, mulai dari bentuk body bis, tampilan interior bis, bahkan sampai full musik atau tidak, full video/tv atau tidak, full AC atau tidak, dan sebagainya. Tentu saja, saat itu belum ada klakson yang bernada “telolet”.

Nah, fenomena “Om Telolet Om” bukti bahwa kebahagiaan itu mudah, sederhana dan murah. Hanya saja dibutuhkan kemampuan hati dan pikiran untuk menyerap dan merasakan kebahagiaan itu.

Selamat berbahagia!

Depok, 26 Desember 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *