Idul Adha Mengajarkan untuk Mendahulukan Kepentingan Bersama

img_20160913_121838-001

PAMULANG (Tangselone) – Ribuan warga memadati area lapangan kantor Kecamatan Pamulang di Jalan Raya Siliwangi, Kota Tangerang Selatan mengikuti salat Idul Adha bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1437 Hijriah yang diselenggarakan Pemerintah Daerah setempat.‎Bertindak sebagai imam Ustadz Muhammad Fuad SQ, Imam Masjid Agung Al Mujahidin, yang merupakan alumni Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an, Jakarta. Sementara Khotib adalah Prof. Dr. H. Masykuri Abdilah MA, Direktur Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dalam pidato resminya menyatakan, ada tiga makna yang dapat digali dari lebaran haji. Pertama, Idul Adha mengajarkan kepada seluruh umat tentang semangat rela berkorban. Dilandasi adanya niat tulus untuk berusaha.

“Mengarahkan kita untuk senantiasa selalu mendahulukan kepentingan yang lebih besar dari pada kepentingan pribadi. Sebab, kondisi pergaulan masyarakat sekarang cenderung lebih mengutamakan kepentingan pribadi,” katanya, Senin (12/9/2016).

Kedua, lanjut Walikota Airin, Idul Adha mengajarkan semangat kepedulian sosial. Nilai ini memberikan pelajaran agar peka terhadap lingkungan sekitar. Bersedia berbagi untuk mengurangi penderitaan orang lain. Semangat ini tentunya akan menemukan momentumnya di tengah realitas sosial adanya perbedaan dan kesenjangan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketiga, Walikota Airin menambahkan, Idul Adha mengandung hikmah untuk menuntun jadi individu sabar dan tawakal. Prinsip kepatuhan serta ketaatan ini sangat penting. “Makna dan prinsip ini dipegang dan dijadikan landasan filosofi dalam menjalankan kebijakan, program serta kegiatan di segala bidang,” tambahnya seperti dikutip www.tangerangselatankota.go.id.

Sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyerahkan puluhan hewan ternak kurban. “Total jumlah hewan kurban ada sapi 21 ekor dan kambing 25‎ ekor,” kata Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie.

Dijelaskan, sumber dana belanja hewan ternak kurban bukan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2016. Melainkan dana dari uang pribadi para pejabat. Sebelumnya telah diinformasikan lewat surat edaran Walikota, bagi pejabat di Pemkot Tangsel yang ingin berkurban hewan sapi, kambing atau domba dapat menyerahkan ke koordinator‎ yang telah ditunjuk. “Iya (dana) itu dari pribadi-pribadi pejabat pemkot, tapi dikoordinir oleh Bagian Kesra Sekretariat Daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Kordinator Dokter Hewan Tangsel Ria Kusuma Dewi (36) menyebutkan pantuan dirinya di Kelurahan Rengas satu ekor sapi hatinya terkena cacing hati. Atas temuan itu pihaknya langusng memisahkan hati yang terkena cacing agar tidak diedarkan kepada masyarakat. ‎“Saya memantau di kelurahan Rengas Ciputat Timur menemukan satu ekor sapi terkena cacing hati. Langkah yang diambil memisahkan agar tidak di berikan kepada pihak pengkurban atau disebar kepada masyarkat,” katanya.

‎Perempuan yang menjabat sebagai Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) menyebutkan proses pemeriksaan sejak di penjual hingga kepada pemotongan sudah dilalui. Namun tidak bisa ditebak sapi yang terkena cacing saat masih hidup.

“Sulit ditebak melalui fisik. Contohnya yang saya temukan itu sapinya gemuk,” sebutnya. Pihaknya pun menyebar kuisioner baik kepada pihak pedagang dan pemotong. Kepada pedagang harus menanyakan apakah sudah melalui pengecekan kesehatan hewan atau belum dan lain-lain untuk mengantisipasi jangan sampai ada hewan yang sakit tetapi tetap dijual.

“Kami pun sempat menemukan sapi yang matanya cacat. Namun pedagangnya menariknya dan mengganti dengan hewan yang lebih sehat. Langkah-langkah itu kami cermati,” pungkasnya.(R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *