Workshop Silat Seni Tradisi Ganjur

IMG_20160419_143523

BINTARO (Tangselone) – Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS) bersama Kantor Kebudayaan & Periwisata Tangerang Selatan menggelar Workshop Silat Seni Tradisi Ganjur di Gedung Serba Guna Bintaro Selasa, (19/04/2016). Acara yang telah dimulai sejak Senin kemarin mengangkat tema Seni Tradisi Ganjur, yang masih sedikit saja orang yang mengerti dengan istilah ini.

Ketua Dewan Kesenian Tangerang Selatan, H. Shobir Purwanto dalam materinya menjelaskan bahwa Seni Tradisi Ganjur harus segera punya legalitas. Dengan adanya legalitas tersebut, Ganjur sebagai Seni Tradisi Silat Betawi ke depannya akan lebih diperhitungkan.

“Nanti akan kita bantu secara legalitas. Kita akan mengawal Seni Tradisi Silat Ganjur ini agar lebih banyak diketahui oleh orang lain yang belum terlalu popular dengan istilahnya,” ujarnya saat membuka materi.

Selain itu, Ketua Dewan Kesenian Banten (DKB) H. Chavchay Syaifullah dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa seni bela diri adalah susunan teknik bersifat fisik yang bergerak untuk menjamin keselamatan diri, melalui kemampuan mempertahankan diri melawan penyerang atau mencapai prestasi dari sisi lainnya.

“Seorang pelaku seni bela diri sejati tentu adalah orang yang memahami kehidupan dunia dengan penuh kearifan. Dia mengerti bagaimana dirinya sendiri menghadapi persoalan-persoalan dunia yang datang bak gelombang,” ungkapnya dalam materi workshop Silat Seni Tradisi Ganjur.

Dalam workshop tersebut, tampak hadir beberapa perguruan Silat seperti Sanghyang Putih, Ikatan Seni Silat Kotek Al-ihklas (Iseskal), Perguruan Cibadik, Sanggar Tunas Betawi Beksi Guru Muhammad dan MS Jalan Enam.

PILO POLY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *