GA Tanggapi Gugatan Plagiarisme

Amy Tan

GA atau Guntur Alam lahir di Tanah Abang, Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera-Selatan, 20 November. Ia adalahs salah satu penulis paling aktif yang dimiliki oleh negeri ini. Karya-karyanya yang terbaru bisa ditemukan di toko-toko buku seluruh Indonesia. Salah satu Novelnya adalah Satu Kisah yang Tak Terucap yang diterbitkan oleh Gramedia.

Dalam beberapa hari ini, Guntur Alam mendapat gugatan dari salah satu pembaca aktif novel karya Amy Tan, Sian Hwa. Dalam gugatannya, ia berpendapat bahwa GA telah memutilasi Novel Amy Tan dan dicomot dalam petikan-petikan cerpennya GA yang baru saja diterbitkan oleh Kompas berjudul Lilin Merah di Belakang Meja Mahyong.

Menanggapi kasus ini, GA angkat bicara. Di halaman Facebooknya, ia mengkonfirmasi bahwa ia meminta maaf karena memang benar ada kesalahan yang ia lakukan dalam penulisan cerpennya.

“Kesalahan saya (1) memang tidak mencantumkan jika beberapa kalimat saya ambil dari novel Amy Tan –tetapi ada 1 titi masa dan 2 catatan kaki saya juga yang tidak dicantumkan Kompas di versi cetak. Kesalahan (2) saya menelan “mentah-mentah” sesuatu yang saya anggap data dari novel itu, tanpa mengolahnya lagi. Jadi, sebagai penulis cerpen tersebut saya meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah saya lakukan, terutama kepada pembaca setia Cerpen Kompas, Redaksi dan semua pihak yang merasa dikecewakan atau dirugikan,” ungkapnya di laman Facebooknya Kamis, (7/4).

Selanjutnya, ia menambahkan bahwa GA siap untuk menerima konsekwensinya jika memang terbukti bahwa GA melakukan plagiat atas Novel Amy Tan, penulis yang lahir pada 19 Februari 1952 dan terkenal dengan novelnya yang berjudul The Joy Luck Club.

“Selanjutnya, tentang apakah cerpen saya plagiat dari novel Amy Tan dan lain-lainnya, saya sudah mengirim email ke Kompas untuk mereka membaca ulang cerpen tersebut dan mengambil kesimpulan, karena saya rasa hak itu ada di Kompas. Jika nanti sudah diambil kesimpulannya dan dinyatakan tergolong plagiat, saya siap menerima kosekuensinya, seperti mengembalikan honorium cerpen ini, di-blacklist, atau sanksi-sanksi lainnya. Demikian yang bisa saya jawab, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih,” ujarnya yang kemudian ditanggapi oleh pengguna Facebook lainnya secara beragam.

PILO POLY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *