MOU Helsinki dan MOU Cot Trieng

satu aceh - apa kaoy 2

APA KAOY: Tak pernah tepat janji itu si Polem. Sudah seperti janji kebanyakan pejabat negeri ini saja dia itu. Ka lagee ta preh boh ara hanyot,han meujan troh.Daripada dudok meulompong sendirian, akan lebih baek saya meuca’e :

Ya Allah Neubri ban pinta kamoe
Ureung nanggroe nyoe udep seujahtra
Bek na le karu di dalam nanggroe
Udep kamoe nyoe beumeuseunia

Damee di babah beutroh lam hate
Beubek meukieh le meuputie-puta
Beuji`oh riya di dalam hate
/Beu`ek meusampe ban rakyat pinta

Sejahtra udep ya Allah neubri
Mita raseuki bek lam syok sangka
Bek lam teumakot sabe ya Rabbi
Ya Allah neubri beu`ek seumpurna

Ya Allah neubri peumimpin kamoe
Beu`ek meusaho deungon ulama
Beusapue pakat peutimang nanggroe
Riya teukabo neubri bek le na

Hajat dum rakyat beu`ek meusampoe
Udep lam nanggroe aman seujahtra
Makmu beusare timu ngon barat
Bek na meubida duson ngon banda

POLEM: Assalamualaikum, hai Apa kaoy.

APA KAOY: Waaliakumsalam…….E……hai Polem pra’ak. Janji jam empat, sudah hamper magreb eungkau baru muncol.

POLEM: Sudah lama saya termangu di sini hai Apa Kaoy metuah. Saya mendengarkan Apa Kaoy bersyair khusyuuk sekali. Isi syairnya pun indah sangat.Itu saya pahami adalah seperti doa daripada kita semua rakyat Aceh supaya negeri ini selalu damai dan nyaman.Suapaya para pemimpin negeri kita selalu dekat dan sepaham dengan para ulama dalam hal mengurus rakyat dan negeri ini. Supaya para elit politek negeri kita tidak congkak,ria dan takabur, supaya…….

APA KAOY: Seutoooopppp……Tak perlulah engkau terlalu panjang lebar menjelaskan arti syair itu dihadapan saya. Saya lebih memahaminya,karena saya sendiri nyang menulis itu syair tepat pada tanggal 17 Agustus 2005, yaitu dua hari berselang setelah terjadinya perjanjian damai antara pihak RI deungon GAM, atawa nyang lebih dikenal deungon nama MOU Helsinki. Betapa bahagia kita ketika mendengar kabar itu dulu, setelah berpuluh tahun kita hidup terkungkung dalam ketakutan, seperti hidup di negeri jajahan. Sekarang, dari 15 Agustus 2005 ke 15 Agustus 2011, sudah genap enam tahun umur MOU Helsinki itu.

POLEM: Nah! Nyang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah, sejak ditandatanginya MOU tersebut pada 15 Agustus 2005, apakah Apa Kaoy, saya atawa kita sebagai rakyat Aceh sudah merasa hidup di negeri damai dan nyaman?

APA KAOY: Hahaha…..,kalau kita banding-bandingkan dengan masa konflik dulu memang lebih enak sekarang.Kita sudah bisa saling kunjung-mengunjungi sesama saudara antar kampung bahkan antar daerah. Kita sudah bisa kesana-kemari mencari rezeki. Akan tetapi kalau kita piker-piker lagi lebih dalam munkin kita akan menjawab masih merasa anatara ya dan tidak, atawa kadang-kadang ya dan kadang-kadang tidak.

POLEM: Beutoi itu,Apa Kaoy. Kadang-kadang saya juga masih merasa demikian, lebih-lebih ketika kita mendengar atawa menbaca berita-berita nyang bahwasanya di sana-sini sesekali masih ada kejadian-kejadian seperti dimasa konflik dulu.Masih ada pihak-pihak nyang tindakan dan perbuatannya kadang-kadang bisa merusak perdamaian atawa memperkeruh suasana, baek itu disengaja atawa tidak. Bahkan sebagai orang awampun kadang-kadang kita berpikir, tidak tertutup kemungkinan, jangan-jangan masih ada pihak-pihak tertentu nyang tidak menginginkan Aceh ini menjadi nanggroe nyang damai. Ditambah lagi masalah menjelang dan menghadapi Pilkada seperti sekarang ini, berbagai masalah muncol.Sesama orang Aceh sendiri sering terjadi saling bentrok,saling rebut,saling tuding dan masih banyak lagi saling ini-saling itu…..

APA KAOY: Hahaha…., ternyata Polem semakin pandai berbicara soal perkembangan peulitek ngerei kita. Ka lagee gaya pengamat peulitek peugah haba keudeh hai….Tapi tunggu dulu,Polem. Berkaitan deungon itu semua saya ada membaca surat haba beberapa hari lalu nyang bahawasanya Yusuf Kalla,mantan Presiden RI berpendapat,kisruh masalah pilkada di Aceh sebenarnya juga bersumber dari putusan Mahkamah Konstitusi menyangkut calon perseorangan dalam pilkada Aceh. “Itu (calon perseorangan) dibatalkan karena MK tidak mengerti latar belakang pasal itu,” kata Jusuf Kalla kepada wartawan The Atjeh Post, Jumat (12/8). Kalla menjelaskan makna kenapa calon persoarangan cuma berlaku sekali saja di Aceh.

POLEM: Artinya Pak Yusuf Kalla seperti sangat paham tentang masalah Aceh sekarang,ya?

APA KAOY: Tepat sekali,Polem. Ini masih menurut Yusuf kalla,Konflik politik di Aceh berawal dari Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 35/PUU-VIII/2010 yang mencabut pasal 256 Undang-undang Pemerintahan Aceh (UUPA). Pasal ini menyebutkan, calon perseorangan (independen) hanya berlaku satu kali setelah Undang-undang itu diberlakukan. Namun DPRA tak terima dengan pencabutan pasal itu. Sebab, selain mengutak-atik UUPA, cara itu dinilai tak menghargai kesepakatan damai MoU Helsinki.
POLEM: Bakbudik…,kalau orang semacam kita makin bingung memahami itu.

APA KAOY: Jangankan orang macam kita, tingkat para elit politek Aceh saja mungken banyak diantara marika juga masih belum paham soal itu.

POLEM: Lalu menurot Apa Kaoy, bagaimana ini? Apa silusinya…?

APA KAOY: Silusi nyoe silusi jeh droeneuh,Polem. Solusi hai,Polem pra’ak. Koq tanya solusi sama saya,memangnya siapa kita ini? Ini dengar,masih menurotYusuf kalla, konflik di Aceh saat ini bukan disebabkan faktor keamanan melainkan masalah politik internal yang dibiarkan berlarut-larut.

POLEM: Apa Kaoy. Saya punya pendapat, kalau memang ini masalah peutek internal, apa tidak lebih baek selain MOU Helsinki kalau perlu ditambah lagi deungon
MOU Cot Trieng? Mungken itu bisa meredam berlanjutnya konflik internal.

APA KAOY: Hahaha….,ada-ada saja engkau ini,Polem. MOU gob MOU droeneuh. Hana meupue cap. Sudahlah,Polem.Hari sudah sore.Dakwa-dakwi kita ini kalau terlalu panjang tak akan jelas kemana uram-ujongnya. Lebih baek sebelom kita bubar sore ini, coba simak sebuah ini dari saya nyang mungken nanti bisa Polem ajukan kepada para aneuk keumuen kita.

Ini dia hiemnya :
Blah deh gunong blah noe pih gunong
Lam lungkiek gunong beureutoh beude
Nah,apakah jawabanya?

Hiem edisi lalu:
Majih tan ayah jih pih han
Lahe aneuk nyan Allah karonya
Sampoe a’n tuha teutap lagee nyan
Teutap aneuk nyan tan ubah nama
Jawabannya adalah: Aneuk batee.

Bna, 14/08/011.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *